Ini merupakan postingan pertama dari 4 bagian tentang pengalaman gadis gaje ini saat mencicipi seleksi tim Indonesia untuk IJSO 2009. Check it out!~INTRODUCTION~
24 Februari 2009. Sebuah tanggal yang menjadi jalan untuk mengubah semuanya.
Waktu itu aku masih belajar dengan tenang di kelas. Salah satu guru IPAku yang mengajar kelas 9 tiba-tiba masuk ke kelasku dan memanggilku. Tentu saja aku heran, apa aku ada masalah sama guru ini? Atau mungkin ada sesuatu yang mau disampekan padaku?
Ketika aku keluar, beliau langsung menanyakan padaku, "Nilai rapot MIPAmu berapa? Ada 9 kah?"
"Eh, semuanya sih 9 Pak. Emangnya ada apa ya Pak?"
"Begini, mau tidak ikut seleksi IJSO tingkat provinsi?"
"Hah, IJSO? Apa itu Pak?"
Dengan wajah innocent dan ketidaktahuanku, aku pun mendengarkan penjelasan Beliau. IJSO, singkatan dari International Junior Science Olympiad, merupakan sebuah olimpiade MIPA tingkat internasional, dimana sluruh anak SMP di dunia bakal bersaing buat jadi juara. Tiap kota n kabupaten ngirim 2 perwakilan, 1 kelas 7 dan 1 kelas 8. Nah, karena pemkot tercinta males nyeleksi (forgive me, pemkot!) mereka cuma nunjuk SMP ku dan SMP lainnya buat ngirimin wakil ke propinsi.